Obat memang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Namun jika tidak tepat dosis atau tepat sasaran, maka obat bisa menjadi racun yang justru dapat merusak organ tubuh kita yang lain. 

____

Kegiatan seminar yang diadakan oleh teman-teman dari komunitas YOP (Yayasan Orangtua Peduli) yang berlokasi di Markas Sehat waktu itu, mengungkapkan beberapa hal yang selama ini luput dari orang yang super duper awam macam saya.   😥

 

Sejak saat itu saya menyadari betapa pentingnya untuk menggunakan obat secara rasional dan bijaksana demi menjaga fungsi organ tubuh lainnya. Terutama pada bayi yang jauh lebih rentan terhadap efek obat-obatan dibandingkan orang dewasa.

Menurut dr Purnamawati S Pujiarto SpAK MMPed, sebagian besar obat tidak larut dalam air sehingga perlu diproses di hati agar menjadi komponen yang larut dalam air. Jadi, jika kita mengonsumsi obat terlalu banyak dan tidak tepat, hati (liver) kita akan rusak dan tidak bisa berfungsi dengan baik. Selain itu, ginjalpun akan kesulitan mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Demam sebetulnya bukan musuh yang harus segera dihilangkan. Akan tetapi sebuah aktivitas alami manusia untuk memerangi bakteri atau virus jahat yang ada dalam tubuhnya. Penyakit harian sebetulnya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari tanpa bantuan obat. Jadi tidak perlu selalu konsumsi obat saat demam. Apalagi mengkonsumsinya secara sembarang.

 

Untuk mencegah penggunaan obat yang tidak rasional, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan menjadi pasien yang pintar, sehingga dapat membangun hubungan baik antara pasien dan dokter dalam sebuah sesi pengobatan.

Dalam mendiagnosa sebuah penyakit, dokter membutuhkan keterangan yang lengkap dan sesuai dengan yang terjadi pada tubuh kita. Diantaranya keluhan kita, daftar riwayat penyakit, pengobatan yang pernah kita lakukan, serta data lainnya yang terkait dengan permasalahan.

Pasien yang pintar akan lebih mudah mengungkapkan secara spesifik keterangan yang membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sehingga lebih kecil juga kemungkinan keraguan dan kesalahan dalam mendiagnosa ataupun pemberian obat yang tidak rasional oleh dokter.

Selain itu sebagai pasien, kita memiliki hak  untuk mengetahui obat apa yang diberikan oleh dokter serta alasannya.

Berikut adalah hal-hal penting terkait obat yang seharusnya kita tanyakan ke dokter dan wajib kita pahami penjelasannya; (sumber : http://milissehat.web.id/?p=1979)

  1. Bagaimana cara kerja obat ini? Dan bagaimana hubungannya dengan penyakit saya?
  2. Apakah obat ini memiliki reaksi terhadap makanan tertentu?

Beberapa obat memiliki efek terhadap makanan tertentu. Ada yang berkurang “khasiatnya” atau malah menjadi “poten”, yakni menjadi toxic yang justru berbahaya untuk tubuh.

  1. Aktivitas apa yang tidak boleh saya lakukan ketika mengkonsumsi obat ini?

Beberapa obat menyebabkan kantuk, sehingga kita tidak bisa mengerjakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Beberapa obat lainnya juga ada yang menyebabkan kulit lebih sensitif tehadap matahari, sehingga anda perlu untuk tetap berada didalam ruangan. Dan seterusnya…

  1. Kapan saya harus meminumnya?
  2. Apakah ada interval minimal untuk mengonsumsi obat ini?
  3. Jika mendapatkan lebih dari 1 obat, tanyakan interaksinya. Apakah obat ini saling berinteraksi?
  4. Bagaimana mengeveluasi obat ini bekerja atau tidak?
  5. Apakah ada efek samping yang mungkin terjadi?
  6. Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat?

 

Demikian yang saya tuliskan. Semoga bermanfaat.  🙂

 

Advertisements