Berlepas dari euforia fana
Alam aksara binar merona
Menyingkap gugusan bintang
Hingga batas tak terpandang

Taukah kau apa yang terlihat?
Sang Dewi hingga bidadari
Tak luput dari sifat manusiawi
Budak hingga tawanan
Tak luput dari sifat bangsawan
Semua sama.. Kita hanya berputar bergantian

Simpul akal bak riak laut yang tak kan diam
Bidak jiwa tak henti mencari meski banyak diancam
Almanak ada karena putaran kita seimbang
Permainan ini tak mungkin hanya di ambang

Apa kiranya topangan kita?
Lalu, apa sejati itu?

Bestari bersabda,
Ialah hati yang paling dekat dengan Tuhan
di akhir masanya…

Advertisements